
Karanganyar – Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kertosari Utara menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam pada tanggal 13–14 Februari 2026 bertempat di Hotel Pondoksari I, Tawangmangu, Karanganyar. Kegiatan ini diikuti oleh 40 pimpinan dan anggota PRA ‘Aisyiyah Kertosari Utara serta 14 pimpinan dan anggota PRM Kertosari Utara, sebagai bagian dari upaya penguatan ideologi, pemahaman organisasi, serta pembinaan spiritual kader.
Kegiatan kaderisasi tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua PCA Ponorogo Kota, Hj. Alfiyah, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya Baitul Arqam sebagai sarana penguatan ideologi dan komitmen kader dalam menjalankan dakwah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
“Baitul Arqam bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi menjadi momentum memperkuat ruh gerakan, memperdalam ideologi, serta meneguhkan komitmen kita dalam berdakwah dan berkhidmat melalui ‘Aisyiyah. Melalui Baitul Arqam ini diharapkan kader semakin memahami nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, sehingga mampu menggerakkan dakwah dan program organisasi secara lebih optimal di tingkat ranting,” ujarnya.
Selama dua hari kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai materi strategis yang disampaikan oleh para narasumber dari unsur pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Materi Penguatan Ideologi Muhammadiyah disampaikan oleh Dr. H. Suli Da’im, S.Pd., SM., MM dari PWM Jawa Timur, yang menegaskan pentingnya memahami Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.
Selanjutnya, materi Risalah Perempuan Berkemajuan dan Peran Ranting dalam Organisasi ‘Aisyiyah disampaikan oleh Hj. Alfiyah, S.Pd, yang menyoroti peran strategis perempuan ‘Aisyiyah dalam membangun masyarakat yang berkemajuan melalui penguatan gerakan di tingkat akar rumput.
Materi Kemuhammadiyahan disampaikan oleh Drs. Bambang Dri Atdmojo, M.Pd dari PCM Ponorogo Kota. Dalam paparannya, ia mengajak peserta memahami sejarah, nilai-nilai, serta arah gerakan Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.
Sementara itu, materi AD/ART ‘Aisyiyah disampaikan oleh Martiningsih Nuning Sundoro dari PDA Ponorogo yang menjelaskan pentingnya memahami aturan organisasi sebagai pedoman dalam menjalankan program dan aktivitas ‘Aisyiyah secara tertib dan terarah.
Selain sesi materi, kegiatan juga diisi dengan penguatan spiritual. Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan qiyamul lail, muhasabah, yang dipimpin oleh Ust. Drs. H. Imam Fauzan, MM dan tilawah Al-Qur’an mandiri yang berlangsung khidmat dan penuh refleksi. Kemudian shalat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan olahraga pagi dan outbound dikomando Drs. Agus Prasmono, M.Pd yang berlangsung meriah. Kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah serta membangun kekompakan antar peserta.
Rangkaian kegiatan Baitul Arqam ditutup dengan sesi refleksi dan evaluasi, sebagai upaya merumuskan komitmen bersama untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dalam kehidupan bermasyarakat dan aktivitas organisasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kader PRA ‘Aisyiyah Kertosari Utara dan PRM Kertosari Utara semakin memiliki pemahaman ideologi yang kuat, spiritualitas yang mendalam, serta semangat dakwah yang berkemajuan dalam memajukan organisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan Baitul Arqam ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ukhuwah, ideologi, dan spiritualitas kader, sehingga mampu melahirkan kader-kader yang berintegritas dan siap melanjutkan perjuangan dakwah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di tingkat ranting.







