
KERTOSARI – Keberhasilan syiar dakwah dalam setiap forum formal maupun non-formal ‘Aisyiyah sangat dipengaruhi oleh kecakapan para kadernya di atas panggung. Menyadari pentingnya peran tersebut, Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Kertosari Utara yang dinahkodai ibu Irma Suryani, S.Pd, sukses menggelar Pelatihan Master of Ceremony (MC) bagi para kader pada Ahad (25/10/2026). Bertempat di kediaman Ibu Tri Agus Suprapti, Jl. Handayani No. 7 Kertosari, kegiatan ini mengusung semangat untuk melahirkan generasi pembawa acara yang percaya diri dan kompeten.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan secara khidmat oleh Bu Nining Tri Yulianingsih. Suasana pembukaan (opening ceremony) dipandu langsung oleh Sekretaris Ranting, Ns. Wiwiek Retti Andriani, M.Kep. Semangat kebangsaan dan persyarikatan kemudian bergemuruh saat seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Mars ‘Aisyiyah, dipandu oleh Wantik Setyaningrum sebagai dirijen.
Ketua PRA Kertosari Utara, Dra. Hj. Purwantiningsih, MA, dalam sambutannya menekankan pentingnya kader yang serba bisa dan berani mengambil peran di ruang publik. Acara ini secara resmi dibuka oleh Hj. Alfiyah, S.Pd., yang dalam arahannya menyampaikan bahwa kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) adalah perangkat dakwah yang sangat krusial bagi perempuan berkemajuan saat ini.
Segudang Pengalaman dari Sang Pakar
Memasuki sesi inti, para peserta disuguhkan materi bertajuk “Tips and Trik Menjadi MC Handal bagi Pemula”. Materi ini disampaikan langsung oleh Dra. Hj. Purwantiningsih, MA, atau yang akrab disapa Bu Ipung. Rekam jejak Bu Ipung dalam dunia public speaking tidak perlu diragukan lagi. Beliau telah aktif memandu berbagai acara sejak masih duduk di bangku sekolah dasar hingga saat ini. Pengalamannya membentang luas dari acara formal kedinasan, semi-formal persyarikatan, hingga memandu momen sakral seperti akad nikah dan resepsi pernikahan.
Dengan gaya penyampaian yang hangat dan taktis, Bu Ipung membagikan ilmu, teknik vokal, hingga rahasia mengatasi kegugupan di atas panggung kepada 14 kader pilihan. Para peserta ini merupakan utusan terbaik yang dikirimkan oleh 7 majelis yang ada di bawah naungan PRA Kertosari Utara. Tidak hanya mendengarkan teori, pelatihan ini berjalan sangat dinamis dan interaktif. Usai pemaparan materi, seluruh peserta langsung ditantang untuk open mic—mempraktikkan pembukaan (opening) sebuah acara secara bergantian. Setiap peserta yang maju langsung mendapatkan evaluasi (feedback) personal dan konstruktif dari Bu Ipung untuk perbaikan teknik vokal maupun pembawaan mereka.
Siap Hadapi Evaluasi di Akhir November
Pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini. Sebagai bentuk komitmen persyarikatan dalam mengawal keberlanjutan bakat para kader, panitia telah menyiapkan program tindak lanjut. PRA Kertosari Utara dijadwalkan akan menggelar Lomba MC pada akhir bulan November 2026 mendatang.
Lomba ini dirancang sebagai ajang evaluasi objektif untuk mengukur kompetensi, kemampuan, serta sejauh mana keberhasilan pelatihan ini dalam mencetak MC-MC baru yang siap diterjunkan langsung dalam agenda-agenda dakwah persyarikatan maupun kemasyarakatan di masa depan. (MPK/Red)







